JAKARTA, Kameranusantara — Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menegaskan bahwa progres pembangunan huntara berjalan intensif dengan dukungan berbagai unsur negara.
Dalam pemaparan terbaru, Menko menjelaskan bahwa proses pembangunan huntara telah dimulai secara serentak di ketiga provinsi tersebut sebagai bagian dari langkah pemulihan pascabanjir. Di Provinsi Aceh, puluhan unit hunian sementara telah mulai dibangun di beberapa lokasi strategis untuk warga yang rumahnya rusak berat atau tidak lagi layak huni.
Sementara itu, di Sumatera Barat, pembangunan huntara telah berlangsung di beberapa kabupaten/kota yang paling parah terdampak bencana. Lokasi-lokasi hunian darurat tengah disiapkan agar warga dapat segera pindah dari tenda darurat dan pemukiman sementara menuju hunian yang lebih layak dan aman.
Progres serupa juga dilaporkan di Sumatera Utara, di mana sejumlah titik pembangunan huntara telah digarap dan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian sementara di daerah yang paling banyak mengajukan usulan, sebagai respons langsung terhadap dampak kehilangan rumah dan kerusakan infrastruktur akibat bencana.
Menko menekankan bahwa pembangunan huntara ini merupakan bagian dari koordinasi terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan relawan, sehingga penyediaan tempat tinggal darurat dapat berjalan cepat dan terkoordinasi. Setiap unit huntara juga dirancang untuk memenuhi standar hunian layak demi menjamin kenyamanan serta keamanan masyarakat yang menempatinya.
Upaya pembangunan huntara ini dipandang sebagai langkah awal dalam fase pemulihan jangka menengah, sebelum dilanjutkan dengan program pembangunan hunian tetap (huntap) bagi keluarga yang kehilangan rumah secara total. Pemerintah berharap dengan tersedia unit-unit sementara yang layak, warga dapat segera bangkit kembali dan melanjutkan aktivitas sehari-hari mereka di tengah proses pemulihan pascabanjir.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!