Jakarta, kameranusantar.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Anak tersebut diduga nekat mengakhiri hidup setelah kesulitan memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementerian Sosial. Ia menilai tragedi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap keluarga rentan.
“Kami sangat prihatin dan turut berduka. Ini menjadi perhatian kita bersama, termasuk pemerintah daerah. Pendampingan harus diperkuat, begitu juga dengan pembaruan data sosial,” ujarnya di Jakarta.
Menurut dia, akurasi dan kelengkapan data menjadi kunci agar negara tidak melewatkan keluarga yang hidup dalam kondisi miskin maupun miskin ekstrem. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh warga yang membutuhkan benar-benar terjangkau program perlindungan sosial.
“Basis data harus terus diperbaiki agar menjangkau keluarga yang membutuhkan perlindungan, rehabilitasi sosial, maupun pemberdayaan,” katanya.
Kemensos, lanjutnya, akan mendorong koordinasi lebih erat dengan pemerintah daerah untuk memastikan sistem pendataan dan pendampingan berjalan efektif di lapangan.
Kasus ini menyita perhatian publik karena menggambarkan kerasnya tekanan ekonomi yang masih dihadapi sebagian keluarga. Pemerintah berharap penguatan jaring pengaman sosial dan dukungan dari berbagai pihak dapat mencegah peristiwa serupa terulang di masa mendatang.
Catatan: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional berat, mencari bantuan dari tenaga profesional seperti psikolog, konselor, atau layanan dukungan terdekat bisa menjadi langkah penting. Anda tidak harus menghadapi semuanya sendirian. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!