Kameranusantara.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjelaskan mengenai asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaporkan mulai berdampak hingga ke negara tetangga. Ia menyampaikan bahwa pergerakan asap dipengaruhi oleh arah angin sehingga dapat melintasi wilayah dan batas negara.
Raja Juli juga menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurutnya, kebakaran di wilayah Serawak juga terjadi, sementara kondisi angin membuat asap bergerak ke arah tertentu.
"Dan boleh dilihat ya, mungkin di sini (SiPongi) tidak terbaca. Kebakaran itu tidak terjadi di kita saja. Di Serawak itu juga terjadi kebakaran hutan, cuma arah angin kebetulan, arah anginnya kebetulan memang naik ke atas," kata Raja Juli kepada wartawan, Selasa (1/9).
Ia menambahkan, apabila arah angin berubah, asap dari wilayah lain juga berpotensi bergerak menuju Indonesia. Karena itu, kondisi karhutla perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan arah angin.
"Kalau seandainya arah anginnya dari sini (ke bawah), ini menurut teman-teman dari LH juga, ini kebakaran yang terjadi di sana juga akan masuk ke Indonesia. Karena memang asap nggak ada KTP-nya kira-kira gitu," sambungnya.
Di tengah kondisi tersebut, Raja Juli menegaskan bahwa pemerintah tetap menempatkan keselamatan masyarakat Indonesia sebagai prioritas utama dalam penanganan karhutla.
"Pak Presiden mengatakan kepada kita, fokus utama pemerintah Indonesia di dalam penanganan karhutla adalah untuk keselamatan rakyat Indonesia," ujarnya.
Pemerintah terus melakukan berbagai upaya pengendalian untuk mencegah karhutla berkembang dan menimbulkan kabut asap lintas batas atau transboundary haze. Di sisi lain, pemerintah juga menyadari bahwa sumber titik api tidak seluruhnya berada di wilayah Indonesia.
"Bahwa kemudian kita bisa jaga atau kontrol karhutla kita, asap kita, kemudian tidak terjadi, apa namanya, transboundary haze, alhamdulillah. Dan tentu kita sebagai masyarakat yang memiliki hubungan baik dengan negara tetangga kita akan berjuang bersama," ucapnya.
Raja Juli menegaskan jajaran TNI, Polri, dan Manggala Agni akan terus melakukan penanganan secara maksimal. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan dampak karhutla terhadap negara tetangga.
"Jadi tetap saja kita akan berjuang semaksimal mungkin ya kita tidak akan memberikan dampak negatif atau mudarat kepada tetangga kita, tapi perintah Presiden apa yang kita kerjakan hari ke hari TNI, Polri, Manggala Agni ini adalah untuk melindungi masyarakat kita keselamatan masyarakat Indonesia," tutur dia.
Dengan langkah pengendalian yang terus diperkuat, pemerintah berupaya mencegah meluasnya dampak karhutla sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan hubungan baik dengan negara-negara tetangga. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!