Jakarta, kameranusantara.id - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah membuka ruang bagi kritik konstruktif dari masyarakat sebagai bagian penting dalam perbaikan kebijakan.
Menurutnya, kritik justru membantu pemerintah melakukan evaluasi serta menjadi pengingat dalam menjalankan tugas kenegaraan. Ia mengaku tidak memandang kritik sebagai ancaman, melainkan sebagai bentuk dukungan.
“Kalau dikritik, kita harus bersyukur. Itu artinya kita dibantu dan diingatkan,” ujar Prabowo dalam sebuah kesempatan.
Ia mencontohkan, masukan dari publik pernah mendorongnya meninjau ulang kebijakan yang diambil. Dalam situasi tersebut, Prabowo memilih melibatkan ahli untuk memastikan langkah yang diambil tetap berada dalam koridor hukum dan tidak mengarah pada praktik otoriter.
Meski terbuka terhadap kritik, Prabowo mengingatkan agar penyampaian pendapat tidak berubah menjadi fitnah. Ia menilai informasi yang tidak benar berpotensi memicu perpecahan dan merusak persatuan.
Di sisi lain, ia juga menyadari adanya kritik bernada negatif yang bertujuan menjatuhkan pemerintah. Namun, ia menegaskan akan merespons hal tersebut melalui kinerja nyata. “Kami akan menjawab dengan kerja dan bukti, bukan sekadar janji,” tegasnya. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!