Jakarta, Kameranusantara.id - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA buka suara terkait insiden plafon atau atap di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang jebol saat cuaca ekstrem melanda kawasan bandara.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin menyampaikan perseroan sebagai bagian dari konsorsium kontraktor yang terlibat dalam pembangunan terminal tersebut memastikan seluruh proses konstruksi terminal 3 Bandara Soetta telah diselesaikan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Sehingga, sambung Ngatemin, proyek terminal 3 Bandara Soetta dinyatakan rampung sesuai standar yang berlaku.
“Pekerjaan konstruksi Terminal 3 tersebut telah diselesaikan sesuai desain dan ketentuan dalam kontrak kerja, sampai dengan tahapan commissioning dan penyelesaian masa pemeliharaan, di mana proses serah terima telah dilakukan pada tahun 2020 kepada pemberi kerja,” katanya kepada VOI, Senin, 6 April.
Terkait dengan insiden plafon jebol yang terjadi di area Terminal 3, WIKA menyatakan dukungannya terhadap langkah pengelola bandara dalam melakukan penanganan dan evaluasi lanjutan.
“Untuk itu perseroan mendukung upaya penanganan dan evaluasi lanjutan yang dilakukan pengelola bandara guna memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna bandara,” kata Ngatemin.
Sekadar informasi, cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan atap atau plafon ambruk di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, hingga menimpa fasilitas layanan di terminal penerbangan tersebut.
Berdasarkan video yang diabadikan seorang penumpang penerbangan pada Senin, 6 April, memperlihatkan detik-detik insiden jebolnya atap yang terjadi di Gete 7 Keberangkatan di Terminal 3 Bandara Soetta tersebut.
Di mana, dalam rekaman video dengan durasi 17 detik ini, diawali adanya kebocoran dari atas atap bandara. Berselang kondisi tersebut kebocoran semakin membesar hingga pada akhirnya plafon pun jebol yang disertai tumpahan air dan menghantam fasilitas ruang tunggu para penumpang.
Menanggapi insiden ini, General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi menyampaikan permohonan maaf. Kejadian ini berlangsung singkat, kurang lebih selama 5 menit, dan segera ditangani oleh petugas operasional bandara melalui langkah cepat dan terkoordinasi.
Kata Heru, kondisi operasional bandara telah kembali normal. Seluruh aktivitas penerbangan dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali tanpa adanya gangguan operasional.
“Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengakibatkan gangguan pada atap di Terminal 3,” ujar Heru dalam keterangan resmi, Senin, 6 April.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!