Kameranusantara.id - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan teguran kepada seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul, DI Yogyakarta, setelah yang bersangkutan diduga mengejek korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Regional BGN Daerah Istimewa Yogyakarta, Wirandita Gagat Widyatmoko, mengatakan teguran telah diberikan kepada SPPG maupun pegawai yang bersangkutan.
"Dari kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan," kata Koordinator Regional BGN Daerah Istimewa Yogyakarta, Wirandita Gagat Widyatmoko, dikutip dari detikJogja, Minggu (20/9/2026).
Dalam video yang beredar, pegawai tersebut diduga mengejek salah satu korban keracunan MBG asal Karo, Sumatera Utara, yang sebelumnya sempat dilaporkan mengalami hilang ingatan.
Gagat membenarkan bahwa pembuat video tersebut merupakan pegawai SPPG di Dlingo yang bertugas sebagai pengawas keuangan.
"Betul (pembuat video karyawan SPPG di Dlingo), yang bersangkutan berposisi sebagai pengawas keuangan," tutur Gagat.
BGN juga telah melakukan klarifikasi terhadap pegawai tersebut. Hasil klarifikasi selanjutnya akan disampaikan kepada publik, baik secara pribadi maupun melalui SPPG terkait.
"Yang bersangkutan juga sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan," ujarnya.
Kondisi Korban Keracunan MBG
Sementara itu, siswi yang sebelumnya mengalami keracunan MBG dan sempat diduga mengalami hilang ingatan telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan gangguan fungsi otak pada pasien tersebut. Prof Dr dr R A Setyo Handryastuti, SpA, Subsp Neuro(K), yang memeriksa langsung pasien, melakukan pemeriksaan melalui wawancara dengan pasien dan keluarga, mempelajari data perawatan sebelumnya, pemeriksaan fisik dan neurologis, serta pemeriksaan elektroensefalografi (EEG).
"Insyaallah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada yang pertama. Jadi ananda bisa aktivitas kembali, ceria kembali," ujar Prof Handry dalam keterangannya. (hni)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!