Kameranusantara - Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat turut mendapat sorotan dari DPR RI.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta agar pelaksanaan lomba di Kalimantan Barat diulang demi menjaga keadilan bagi seluruh peserta.
"Supaya ini berjalan adil, kami mendorong agar khusus kegiatan di Kalimantan Barat ini dilakukan lomba ataupun pertandingan ulang," kata Hetifah.
Menurutnya, MPR RI perlu segera memberikan klarifikasi resmi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga negara.
"Saya kira dari MPR RI tentu saja perlu melakukan klarifikasi yang resmi dan tadi ya lomba diulangi kembali sehingga nanti sampai dengan tahap akhir kita bisa mendapatkan sekolah-sekolah yang terbaik," ujar Hetifah.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal juga mengkritik keras keputusan dewan juri yang memberikan nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari dua regu berbeda.
"Saya sikapi itu, jangan sampai terjadi ya evaluasi di kesekjenan MPR ngangkat juri ya, masa jawaban sama, nilainya beda," kata Cucun.
Ia meminta pihak penyelenggara menunjuk juri yang benar-benar kompeten agar polemik serupa tidak kembali terjadi.
"Pokoknya kita dari anggota MPR ini sampaikan protes juga kepada kesekjenan DPR ngangkat juri yang bener," ujar Cucun.
Insiden viral tersebut bermula saat sesi pertanyaan rebutan dalam final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar.
"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa acara.
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan Presiden. Namun jawaban itu justru dinilai salah dan diberi poin minus oleh juri.
Saat pertanyaan dilempar ke regu B dan memberikan jawaban yang sama, dewan juri justru memberikan poin penuh.
Peserta regu C langsung menyampaikan protes karena merasa jawaban mereka sebenarnya sama dengan jawaban regu B.
Meski diprotes, salah satu juri tetap mempertahankan keputusan dengan alasan jawaban regu C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah atau DPD, walaupun peserta menyatakan unsur tersebut sudah disampaikan sejak awal.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!