Fiskal Awal 2026 Stabil, APBN Jadi Penahan Gejolak Global

Fiskal Awal 2026 Stabil, APBN Jadi Penahan Gejolak Global

Jakarta, kameranusantara.id - Kondisi fiskal Indonesia pada triwulan I 2026 dinilai tetap terkendali di tengah tekanan global. Pemerintah menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu berperan sebagai peredam guncangan ekonomi sekaligus menjaga arah pembangunan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, APBN tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga tetap mendukung program pembangunan dengan risiko yang terkelola.

Dari sisi penerimaan, kinerja negara menunjukkan tren positif. Pendapatan tercatat mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan penerimaan pajak yang naik 20,7 persen secara tahunan.

Di saat yang sama, belanja negara meningkat signifikan hingga Rp815 triliun atau tumbuh 31,4 persen. Pemerintah sengaja mempercepat belanja agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun.

Namun, peningkatan belanja tersebut berdampak pada defisit anggaran sebesar Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski begitu, pemerintah memastikan angka tersebut masih dalam batas aman.

Untuk menjaga stabilitas, pemerintah juga memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun. Kebijakan ini telah disiapkan melalui berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia berada di kisaran 80 hingga 100 dolar AS per barel.

Purbaya menegaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah berlapis guna menjaga daya tahan APBN di tengah ketidakpastian global, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak gejolak ekonomi. (kls)

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement