Kepulauan Anambas, kameranusantara.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Anambas memperkuat koordinasi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri untuk mencegah penyebaran radikalisme dan ekstremisme serta menjaga kerukunan masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan dan dialog di Kantor Kemenag Kepulauan Anambas, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap kehidupan sosial dan keagamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Anambas, H. Muhammad Nasir, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Ikhwan, berdialog dengan tiga tim Densus 88 yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Pembahasan mencakup tiga persoalan utama. Pertama, potensi munculnya perilaku ekstrem di kalangan remaja dan mahasiswa. Untuk mengantisipasinya, diperlukan edukasi, pendampingan, dan pembinaan agar generasi muda memiliki pemahaman keagamaan yang moderat serta mampu menyaring informasi secara kritis.
Kedua, pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di media sosial. Arus informasi digital yang semakin terbuka perlu diimbangi dengan pendampingan keluarga agar anak tidak mudah terpengaruh konten yang dapat membentuk pola pikir dan perilaku ekstrem.
Ketiga, penguatan pendidikan toleransi dan kerukunan di madrasah serta pondok pesantren. Lembaga pendidikan keagamaan dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan sikap saling menghormati, cinta damai, dan menghargai perbedaan sejak dini.
Sinergi Kemenag dan Densus 88 diharapkan tidak hanya mengandalkan pendekatan keamanan, tetapi juga mengedepankan pendidikan, pembinaan keluarga, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama.
Kegiatan ini sejalan dengan program Kementerian Agama melalui semangat Kemenag Berdampak, terutama dalam memperkuat kerukunan dan menumbuhkan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Kemenag Kepulauan Anambas berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis. Keterlibatan keluarga, sekolah, madrasah, pesantren, dan masyarakat diharapkan dapat membantu generasi muda tumbuh dengan pemahaman keagamaan yang moderat sekaligus menjaga persatuan dalam keberagaman. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!