Pemerintah Perkuat Penanganan Korban Gempa NTT, Kebutuhan Dasar dan Layanan Publik Dijaga

Pemerintah Perkuat Penanganan Korban Gempa NTT, Kebutuhan Dasar dan Layanan Publik Dijaga

JAKARTA, kameranusantara.id — Pemerintah terus memperkuat penanganan pascagempa magnitudo 7,7 yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Fokus penanganan tidak hanya pada bantuan darurat, tetapi juga memastikan layanan pendidikan, kebutuhan dasar, dan pelayanan publik tetap berjalan.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemerintah pusat mengerahkan berbagai kementerian, lembaga, dan BUMN untuk membantu daerah terdampak.

"Pemerintah pusat pasti enggak akan tinggal diam. Kita keroyok semua ya," kata Tito saat meninjau Posko Tanggap Darurat Gempa di Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu (19/8/2026).

Dapur Umum Produksi 6.000 Paket Makanan

Kementerian Sosial mengoperasikan dapur umum di tiga lokasi Kabupaten Manggarai Timur, yakni Mano, Pota, dan Dampek. Sejak 19 Agustus, ketiga dapur tersebut memproduksi sekitar 6.000 paket makanan siap saji setiap hari untuk kebutuhan dua kali makan.

Selain makanan, Kemensos menyalurkan beras, sembako, tenda, selimut, kasur, dan perlengkapan darurat lainnya.

Di Kabupaten Nagekeo, bantuan dan asesmen kebutuhan juga dilakukan di tujuh kecamatan terdampak. Hingga 19 Agustus, penanganan mencakup 3.042 kepala keluarga atau sekitar 12.170 jiwa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu fokus utama pemerintah selama masa tanggap darurat.

Pembelajaran Tetap Berjalan

Pemerintah juga berupaya menjaga hak pendidikan anak-anak terdampak gempa. Per 19 Agustus, gempa berdampak pada 512 satuan pendidikan, 94.452 siswa, serta 8.755 guru dan tenaga kependidikan di tujuh kabupaten.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas. Untuk itu, pembelajaran dapat dilakukan melalui skema darurat dengan menggunakan kurikulum darurat sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Dukungan Psikososial untuk Anak

Selain bantuan fisik, pemerintah memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak yang berada di lokasi pengungsian.

Pada 20 Agustus, Kemensos melalui Sentra Efata Kupang memberikan layanan psikososial kepada sekitar 20 anak di posko pengungsian mandiri Stella Maris, Kabupaten Nagekeo.

Sementara itu, BNPB terus melakukan asesmen dan penyisiran di wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat. Bantuan, termasuk bantuan dari Presiden, juga disalurkan kepada masyarakat.

Data Kerusakan Terus Diperbarui

Pemerintah meminta pemerintah daerah memperbarui data kerusakan akibat gempa sebagai dasar penyaluran bantuan dan penyusunan program pemulihan.

Data yang diperbarui mencakup kerusakan rumah, sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, gedung pemerintah, serta sarana dan prasarana lainnya.

Pemerintah pusat memastikan penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Koordinasi akan terus dilakukan hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas dan memulihkan kehidupannya. (kls)

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement