Polri Usut Sponsor hingga Penyewa Kantor Judi Online Internasional di Hayam Wuruk

Polri Usut Sponsor hingga Penyewa Kantor Judi Online Internasional di Hayam Wuruk

JAKARTA, kameranusantara.id – Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus pengungkapan markas judi online jaringan internasional di kawasan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta Barat. Penyidik kini memburu pihak sponsor hingga penyewa kantor yang diduga mendukung operasional sindikat tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengatakan, penyelidikan tidak hanya menyasar para pelaku yang telah diamankan, tetapi juga pihak yang menyediakan fasilitas dan aliran pendanaan jaringan judi online itu.

“Kami masih menelusuri aliran dana, sponsor para pelaku, termasuk siapa yang menyewa dan menyediakan sarana prasarana operasional mereka,” ujar Wira, Minggu (10/5/2026).

Menurut dia, pengembangan kasus dilakukan bersama sejumlah lembaga terkait, termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), guna menelusuri struktur jaringan hingga aktor utama di balik operasi tersebut.

Selain itu, polisi juga mendalami peran masing-masing pelaku yang ditangkap dalam penggerebekan markas judi online tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku memiliki tugas berbeda-beda dalam menjalankan operasional.

“Ada yang bertugas sebagai telemarketing, customer service, admin, hingga bagian penagihan,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus ini, aparat mengamankan 321 orang. Sebanyak 320 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA), sementara satu orang lainnya warga negara Indonesia (WNI).

Kepala Subdirektorat Pengawasan Direktorat Jenderal Imigrasi Arief Eka Riyanto menyebut para WNA tersebut kini ditempatkan sementara di rumah detensi dan ruang detensi imigrasi sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

“Mereka sementara dititipkan di Rumah Detensi dan Ruang Detensi Imigrasi di wilayah Jakarta Barat dan Kuningan,” ujar Arief.

Selain proses pidana, pihak Imigrasi juga mendalami kemungkinan adanya pelanggaran aturan keimigrasian yang dilakukan ratusan WNA tersebut.

Sebelumnya, Bareskrim Polri membongkar praktik judi online jaringan internasional yang beroperasi di sebuah gedung perkantoran di Hayam Wuruk pada Sabtu (9/5/2026). Dari operasi itu, polisi menemukan sedikitnya 75 domain dan situs web yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian daring.

Mayoritas pelaku yang diamankan berasal dari Vietnam dan China. Polisi menduga sindikat tersebut menjalankan operasional secara terorganisasi untuk menghindari pelacakan dan pemblokiran situs. (kls)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement