Sentimen Positif Ekonomi RI Dorong Penguatan Rupiah dan Pasar Saham

Sentimen Positif Ekonomi RI Dorong Penguatan Rupiah dan Pasar Saham

Kameranusantara.id - Optimisme terhadap perekonomian Indonesia kembali tercermin di pasar keuangan nasional. Pada pembukaan perdagangan Jumat (12/6), baik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun nilai tukar rupiah sama-sama mencatat penguatan, menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia.

IHSG bergerak di zona positif dengan kenaikan 81,33 poin atau 1,38 persen hingga mencapai level 5.967 pada pukul 09.50 WIB. Kenaikan tersebut menunjukkan respons pasar yang cukup baik terhadap berbagai kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Di pasar valuta asing, rupiah juga memperlihatkan tren penguatan. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang nasional berada di posisi Rp17.937 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat pagi.

Nilai tersebut menguat 51 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.988 per dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penguatan rupiah dipengaruhi oleh respons positif investor terhadap kebijakan moneter yang diterapkan Bank Indonesia.

“Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut,” ujar Ramdan, Jumat (12/6).

Menurut Ramdan, sentimen positif tersebut terlihat dari meningkatnya minat investor asing terhadap instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah pelaksanaan lelang SRBI pada 10 Juni 2026.

Selain itu, arus modal asing juga mulai kembali masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), khususnya pada instrumen berjangka pendek hingga menengah.

“Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan tersebut turut mendorong nilai tukar rupiah kembali menguat dan bergerak di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Kondisi ini dinilai mencerminkan meningkatnya keyakinan pelaku pasar terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi global.

Bank Indonesia, lanjut Ramdan, akan terus memantau dinamika pasar keuangan internasional maupun domestik, sekaligus menjaga daya tarik instrumen keuangan nasional guna mendukung keberlanjutan arus modal masuk.

“Berbagai langkah stabilisasi nilai tukar, baik melalui intervensi di pasar offshore maupun domestik, juga akan terus dilakukan secara konsisten dan terukur,” tegas Ramdan.

Penguatan yang terjadi secara bersamaan pada IHSG dan rupiah menjadi sinyal positif bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih mendapat kepercayaan dari investor. Di tengah gejolak ekonomi global, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement