Mimika, kameranusantara.id - Kondisi keamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, berangsur membaik setelah sempat memanas akibat insiden pembunuhan anggota kepolisian dan penyerangan Mapolres pada akhir Maret 2026.
Pelaksana Tugas Kapolres Dogiyai, Denis Arya Putra, menyatakan situasi kamtibmas kini terkendali. Kepolisian pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan jenazah Bripda JE.
Korban sebelumnya ditemukan tewas di dekat gereja di Kampung Kimipugi, Distrik Kamu, dengan luka serius akibat senjata tajam. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum.
“Situasi sudah mulai kondusif, sehingga kami bisa melakukan olah TKP dan melanjutkan penyelidikan,” ujar Denis.
Ia menjelaskan, kericuhan sempat terjadi setelah peristiwa pembunuhan tersebut. Aparat kemudian memprioritaskan pengendalian situasi sebelum mendalami kasus lebih lanjut, termasuk mengungkap pelaku.
Selain korban meninggal, dua anggota polisi dilaporkan mengalami luka akibat serangan panah. Salah satu korban telah dirujuk ke Makassar untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas Mapolres, seperti kaca jendela dan atap bangunan yang terkena panah. Bahkan, satu bangunan milik warga dilaporkan ikut terbakar dalam insiden tersebut.
Untuk memperkuat pengamanan, Mabes Polri mengirim tambahan 112 personel dari berbagai satuan, termasuk Brimob, Bareskrim, dan Propam. Penambahan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung proses penegakan hukum di wilayah tersebut.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku dan memastikan situasi tetap kondusif. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!