Sudah 3 Tentara Indonesia Gugur di Lebanon dalam 24 Jam, Salah Satunya akibat Serangan Israel

Sudah 3 Tentara Indonesia Gugur di Lebanon dalam 24 Jam, Salah Satunya akibat Serangan Israel

JAKARTA, kameranusantara.id – Misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon melaporkan tiga personelnya asal Indonesia gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon selatan dalam kurun 24 jam terakhir.

Dua prajurit tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi hancur akibat ledakan di dekat wilayah Bani Haiyyan. Dalam insiden itu, dua personel lainnya turut terluka, salah satunya dalam kondisi serius.

Beberapa jam sebelumnya, satu prajurit lain juga dilaporkan meninggal dunia setelah markas UNIFIL di dekat Adchit al-Qusayr terkena proyektil. Sejumlah laporan media menyebut serangan tersebut diduga berasal dari artileri militer Israel.

Situasi Keamanan Memburuk

PBB menyatakan pihaknya tengah menyelidiki kedua insiden tersebut dan belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab. Namun, seluruh korban dipastikan merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyoroti meningkatnya ancaman terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah.

“Serangkaian insiden ini membahayakan keamanan pasukan penjaga perdamaian,” ujarnya.

Seruan Hormati Hukum Internasional

UNIFIL menyerukan semua pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi hukum internasional dan menjamin keselamatan personel PBB. Setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian ditegaskan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Misi UNIFIL sendiri bertugas memantau situasi keamanan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel, wilayah yang kerap menjadi titik bentrokan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.

Konflik Berkepanjangan

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat sejak awal Maret, ditandai dengan saling serang antara kedua pihak. Eskalasi konflik bahkan memicu gelombang pengungsian besar di Lebanon selatan.

Saat ini, lebih dari 8.000 personel penjaga perdamaian dari puluhan negara ditempatkan di wilayah tersebut. Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar dalam misi ini. Insiden terbaru ini menambah daftar panjang korban di tubuh UNIFIL, sekaligus mempertegas tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di zona konflik. (kls)

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement