Jakarta, kameranusantara.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan
bahwa Washington akan mengambil alih kepemimpinan sementara Venezuela setelah
penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Menurut Trump, langkah tersebut dilakukan
hingga proses transisi pemerintahan dinilai aman dan stabil.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers
di klub pribadinya, Mar-a-Lago, Florida, Minggu (4/1/2025). Ia menegaskan
Amerika Serikat tidak berniat mempertahankan kekuasaan secara permanen di
negara Amerika Latin tersebut. “Amerika akan memimpin Venezuela sampai tercapai
transisi yang aman, tepat, dan penuh kehati-hatian,” ujar Trump. Namun, ia
tidak merinci berapa lama masa transisi itu akan berlangsung.
Trump juga menggambarkan penangkapan Maduro sebagai
operasi militer dan penegakan hukum yang sangat terkoordinasi. Ia menyebut ibu
kota Caracas berada dalam kondisi gelap saat operasi berlangsung, yang
menurutnya merupakan bagian dari strategi khusus yang dimiliki AS. “Penangkapan
dilakukan pada tengah malam ketika situasi gelap. Banyak lampu di Caracas
padam. Itu menunjukkan kemampuan tertentu yang hanya kami miliki,” kata Trump,
seraya memuji aparat yang terlibat dalam misi tersebut.
Ia mengklaim operasi itu berjalan cepat dan efektif,
serta melumpuhkan kemampuan militer Venezuela dalam waktu singkat. Trump
menegaskan tidak ada korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat maupun
kerugian alat utama sistem persenjataan. “Operasi ini melibatkan banyak aset,
termasuk helikopter, pesawat, dan personel dalam jumlah besar. Yang luar biasa,
tidak satu pun tentara Amerika tewas dan tidak ada peralatan yang hilang,”
ujarnya.
Trump menutup pernyataannya dengan menyebut operasi
tersebut sebagai salah satu misi paling sukses yang pernah dilakukan Amerika
Serikat dalam beberapa tahun terakhir. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!