Jayapura, kameranusantara.id - Peringatan 1 Mei kembali dimaknai sebagai momentum penting untuk mendorong percepatan pembangunan Papua dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak hanya bernilai historis, tanggal ini juga menjadi ajang refleksi atas capaian pembangunan yang terus berlangsung di berbagai sektor.
Direktur Politeia Institute Indonesia, Marselinus Gual, menilai integrasi Papua harus dipahami sebagai proses yang terus berkembang. Menurutnya, kehadiran negara melalui pembangunan dan pelayanan publik menjadi faktor utama dalam memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyoroti berbagai kebijakan seperti otonomi khusus, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan yang mulai menunjukkan hasil. Akses ke wilayah terpencil semakin terbuka, partisipasi pendidikan meningkat, dan aktivitas ekonomi mulai tumbuh di sejumlah daerah.
Meski demikian, Marselinus menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar pembangunan benar-benar merata dan tepat sasaran. Ia mendorong pendekatan dialogis dengan melibatkan tokoh adat dan agama agar kebijakan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Pandangan serupa disampaikan pengamat kebijakan publik Ade Reza Hariyadi. Ia menyebut peringatan 1 Mei sebagai waktu yang tepat untuk menilai efektivitas kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.
“Makna integrasi akan terasa ketika masyarakat merasakan langsung dampak kesejahteraan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan pengawasan dan efektivitas implementasi program menjadi kunci agar hasil pembangunan bisa dirasakan secara merata, termasuk di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.
Sementara itu, Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum, Steve R. E. Mara, menekankan peran strategis generasi muda dalam mendukung pembangunan. Ia mengajak anak muda Papua untuk meningkatkan kapasitas diri serta tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus menjadi motor inovasi di berbagai bidang.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, peringatan 1 Mei diharapkan tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga penanda arah pembangunan Papua yang semakin inklusif, adil, dan berkelanjutan. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!