BNPP RI dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi untuk Sejahterakan Masyarakat Perbatasan

BNPP RI dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi untuk Sejahterakan Masyarakat Perbatasan

Kameranusantara.id - Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) membahas strategi penguatan ekonomi kawasan perbatasan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui forum Indonesia Border Partnership Coffee Morning di Kantor Sekretariat Tetap BNPP RI Jakarta, Rabu (16/9).

Forum bertema Strengthening Cooperation in Managing Our Border to Foster Prosperity tersebut menjadi ruang dialog antara Indonesia dan Malaysia mengenai pengelolaan perbatasan. Pembahasan tidak hanya mencakup aspek kedaulatan, tetapi juga pengembangan ekonomi, perdagangan lintas batas, konektivitas, serta kesejahteraan masyarakat.

Duta Besar Malaysia Dato' Muzaffar Shah Mustafa mengatakan masyarakat di kedua sisi perbatasan memiliki hubungan sosial dan ekonomi yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Karena itu, pengelolaan kawasan perbatasan perlu mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang sudah berlangsung secara turun-temurun.

"Hal ini sangat penting karena masyarakat di kedua sisi perbatasan memandang perbatasan bukan sekadar garis di peta. Perbatasan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari mereka, keluarga, mata pencaharian, kegiatan usaha, serta hubungan sosial dan budaya yang telah terjalin selama bertahun-tahun," jelas Muzaffar dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).

Dalam bidang ekonomi, Muzaffar menyoroti mulai berlakunya Border Crossing Agreement (BCA) pada 17 Juli 2026 serta rencana pembukaan kembali perdagangan perbatasan antara Tebedu dan Entikong. Kerja sama tersebut dinilai dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lintas batas.

"Hal ini merupakan langkah penting dalam memfasilitasi pergerakan masyarakat secara tertib, mendukung kegiatan ekonomi lintas batas, serta meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di kedua sisi perbatasan," ujarnya.

Muzaffar juga menyampaikan adanya perkembangan positif dalam komunikasi Indonesia dan Malaysia terkait persoalan Pulau Sebatik. Menurutnya, komunikasi antarlembaga kedua negara dapat membantu memberikan kepastian bagi masyarakat yang tinggal dan menjalankan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

"Sebagaimana disampaikan Yang Mulia Menteri sebelumnya mengenai Sebatik, menurut saya telah terdapat perkembangan yang sangat positif. Kedua lembaga yang bertanggung jawab telah melakukan pertemuan dan secara aktif berkomunikasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. Dari informasi yang saya terima, kemajuan yang dicapai juga sangat positif," jelas Muzaffar.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI menekankan pentingnya menjadikan kawasan perbatasan sebagai bagian dari pusat pertumbuhan ekonomi. Pembangunan perbatasan diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan dengan negara tetangga.

"Perbatasan bukan lagi sekadar 'halaman belakang' Indonesia. Kami ingin menciptakan perbatasan sebagai 'halaman depan' negara," kata Tito.

Tito menambahkan, pembangunan kawasan perbatasan perlu memperhatikan hubungan sosial, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat yang berlangsung lintas negara. Penguatan perdagangan dan konektivitas menjadi bagian penting dalam mendorong kawasan perbatasan agar semakin produktif.

Pulau Sebatik juga menjadi salah satu perhatian dalam hubungan Indonesia-Malaysia. BNPP RI bersama kementerian dan lembaga terkait telah membentuk tim khusus untuk membahas persoalan kawasan tersebut bersama pemerintah Malaysia.

"Pembicaraan yang bersahabat dan diskusi [pihak Malaysia] yang sangat produktif telah dilakukan, dan kami telah menyelesaikan sejumlah area sengketa. Tetapi sekarang kami sejujurnya sedang fokus pada Pulau Sebatik," tuturnya.

Melalui forum tersebut, pengelolaan perbatasan diarahkan tidak hanya untuk menjaga wilayah negara, tetapi juga membangun kawasan yang mampu mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penguatan perdagangan lintas batas, kemudahan mobilitas masyarakat, serta penyelesaian persoalan perbatasan menjadi bagian dari upaya mendorong kawasan perbatasan yang lebih produktif dan berdaya saing. (*)

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement