Kameranusantara.id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang pria berinisial MW (42) di Kota Ternate, Maluku Utara, pada Jumat dini hari, 2 Oktober 2026. Penangkapan ini diduga berkaitan dengan jaringan terorisme dan penyebaran paham radikalisme. Setelah ditangkap, MW langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Arif Budiman, mengonfirmasi bahwa operasi tersebut dilakukan oleh Densus 88. “Betul, dilakukan Densus 88 kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi pada 5 Oktober 2026. Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Hadi Poerwanto, menyatakan bahwa penyidik masih mendalami kasus ini dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Penyelidikan Lanjutan oleh Densus 88
Penangkapan MW merupakan bagian dari upaya Densus 88 untuk mengungkap aktivitas yang berkaitan dengan terorisme di Indonesia. Diketahui bahwa Densus 88 telah melakukan penyelidikan terkait penyebaran paham radikalisme di kalangan masyarakat di Maluku Utara. MW diduga terlibat dalam aktivitas yang mencurigakan, dan penyidik berencana untuk mendalami identitas serta keterkaitannya dengan jaringan terorisme.
Menurut informasi yang diperoleh, penangkapan MW bukanlah satu-satunya tindakan yang diambil oleh Densus 88. Dalam operasi serentak di enam provinsi, Densus 88 berhasil menangkap 12 tersangka teroris lainnya yang diduga terhubung dengan jaringan yang berafiliasi dengan paham Daulah Islamiyah. Kombes Mayndra Eka Wardhana, juru bicara Densus 88, menyatakan bahwa proses penyidikan terhadap semua tersangka masih berlangsung.
Operasi Serentak di Enam Provinsi
Operasi penangkapan yang melibatkan Densus 88 ini tidak hanya terjadi di Ternate, tetapi juga di wilayah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Riau. Penangkapan ini dilakukan setelah adanya dugaan bahwa para tersangka terlibat dalam kegiatan pelatihan yang mencakup latihan fisik dan menembak. Densus 88 memastikan bahwa mereka akan terus mendalami barang bukti yang ditemukan serta hubungan antar tersangka dengan individu atau jaringan terorisme lainnya.
Hingga kini, polisi belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jaringan yang diduga berkaitan dengan MW maupun peran yang bersangkutan dalam aktivitas terorisme. Proses pendalaman informasi dan penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta yang ada. LMR
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!