Jakarta, Kameranusantara.id - Anggota Komisi XI DPR RI M Hasanuddin Wahid menyatakan tidak keberatan dengan pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembekalan calon penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, selama pelaksanaannya tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, kehadiran TNI justru dapat memberikan nilai tambah, khususnya dalam menanamkan semangat patriotisme kepada generasi muda Indonesia yang akan melanjutkan pendidikan.
“Sepanjang tidak melanggar aturan dan efektif meningkatkan patriotisme, menurut saya itu tidak masalah,” ujar Hasanuddin di kompleks parlemen, Senayan.
Ia menekankan bahwa mahasiswa penerima LPDP, terutama yang akan menempuh pendidikan di luar negeri, perlu tetap membawa nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan mereka.
“Mahasiswa harus tetap membawa semangat cinta NKRI, meskipun belajar di luar negeri,” jelasnya.
Selain aspek nilai kebangsaan, Hasanuddin juga menilai penggunaan anggaran untuk kegiatan pembekalan tersebut masih dalam batas wajar, selama tujuannya jelas dan memberikan manfaat nyata.
“Selama tujuannya jelas untuk meningkatkan cinta Tanah Air, anggaran itu wajar. Yang penting bukan kegiatan seremonial tanpa manfaat,” tegasnya.
Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara turut menggelar pelatihan bagi calon penerima LPDP di Lanud Halim Perdanakusuma. Kegiatan ini bertujuan memperkuat mental, kedisiplinan, serta jiwa nasionalisme para peserta.
Program pembekalan tersebut diikuti oleh penerima beasiswa jenjang magister (S2) dan doktor (S3), baik untuk studi dalam negeri maupun luar negeri. Materi yang diberikan mencakup penguatan mental, kepemimpinan, disiplin, serta wawasan kebangsaan.
Pelatihan ini melibatkan berbagai instansi pemerintah, termasuk personel TNI AU. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para penerima LPDP tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta komitmen tinggi untuk berkontribusi bagi Indonesia.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!