Gencatan Senjata AS–Iran Dibahas, Trump Akui Proposal Iran Bisa Jadi Dasar Perdamaian

Gencatan Senjata AS–Iran Dibahas, Trump Akui Proposal Iran Bisa Jadi Dasar Perdamaian

Jakarta, Kameranusantara.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan langkah baru terkait konflik dengan Iran dengan menyatakan kesiapan untuk melakukan gencatan senjata sementara. Ia juga menarik kembali ancaman sebelumnya yang sempat menyatakan akan “membunuh seluruh peradaban Iran”.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah menerima proposal berisi 10 poin syarat gencatan senjata yang diajukan oleh Iran dan menilai proposal tersebut cukup masuk akal untuk menjadi dasar pembicaraan lebih lanjut.

“Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan yakin ini adalah dasar yang bisa diterapkan untuk bernegosiasi,” tulis Trump dalam cuitannya pada Rabu.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan yang sedang diupayakan tidak hanya berpotensi menghasilkan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga dapat membuka jalan bagi stabilitas yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah syarat yang belakangan muncul di media disebut tidak sederhana dan berpotensi memiliki dampak besar di kawasan. Persyaratan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran dan mendapat dukungan dari kepemimpinan di Teheran.

Beberapa poin utama menyerukan penghentian segera berbagai konflik di kawasan, termasuk di Iran, Irak, Lebanon, dan Yaman. Selain itu, terdapat tuntutan yang lebih luas untuk menghentikan perang secara keseluruhan.

Inti dari proposal tersebut adalah seruan untuk mengakhiri perang melawan Iran secara “sepenuhnya dan permanen”, tanpa batas waktu, sekaligus mengakhiri berbagai konflik regional yang berkaitan.

Iran juga menuntut pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz serta penetapan jaminan keamanan navigasi di kawasan tersebut. Selat Hormuz diketahui merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global karena menjadi rute utama pengiriman minyak dunia.

Selain itu, rencana yang diajukan juga mencakup permintaan kompensasi penuh bagi rekonstruksi Iran, pencabutan seluruh sanksi yang diberlakukan, serta pencairan dana dan aset Iran yang selama ini dibekukan oleh Amerika Serikat.

Berikut sepuluh poin tuntutan yang diajukan Iran:

  1. Penghentian total perang terhadap Irak, Lebanon, dan Yaman.
  2. Penghentian perang terhadap Iran secara total dan permanen tanpa batas waktu.
  3. Mengakhiri seluruh konflik di kawasan secara keseluruhan.
  4. Pembukaan kembali Selat Hormuz.
  5. Menetapkan protokol dan ketentuan untuk menjamin kebebasan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz.
  6. Pembayaran penuh kompensasi biaya rekonstruksi ke Iran.
  7. Komitmen penuh untuk mencabut sanksi terhadap Iran.
  8. Pencairan dana Iran dan aset beku yang dimiliki Amerika Serikat.
  9. Iran berkomitmen penuh untuk tidak mengejar kepemilikan senjata nuklir apa pun.
  10. Gencatan senjata segera berlaku di semua lini setelah syarat-syarat tersebut disetujui.

Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa mereka telah menyetujui periode gencatan senjata selama dua minggu. Negosiasi antara kedua negara diperkirakan akan digelar di Islamabad.

Para pejabat Iran menegaskan bahwa jeda tersebut tidak serta-merta menandai berakhirnya perang, melainkan hanya langkah sementara yang bersifat bersyarat.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran akan membuka jalur pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz selama proses pembicaraan berlangsung. Namun kebijakan tersebut akan tetap berada di bawah koordinasi angkatan bersenjata Iran dan mengikuti sejumlah batasan teknis.

Hingga kini masih belum jelas apakah kebijakan tersebut akan benar-benar membuka sepenuhnya jalur pelayaran di kawasan tersebut, yang selama meningkatnya konflik berada dalam pengawasan ketat Iran.

Sementara itu, Trump juga mengisyaratkan kesiapan Washington untuk menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Selat Hormuz dibuka kembali secara penuh, segera, dan aman.

Ia menggambarkan langkah tersebut sebagai “gencatan senjata dua sisi” yang dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi diplomasi.

Trump menyebut keputusan tersebut diambil setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, serta Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir.

Trump juga menyatakan bahwa sebagian besar isu utama dalam konflik antara Washington dan Teheran telah menemukan titik temu, dan ia berharap jeda sementara tersebut dapat berkembang menjadi kesepakatan damai jangka panjang. (*)

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement