Iran Kritik Keras UEA: Dinilai Berpihak ke Agresor dan Ganggu Stabilitas Timur Tengah

Iran Kritik Keras UEA: Dinilai Berpihak ke Agresor dan Ganggu Stabilitas Timur Tengah

Jakarta, Kameranusantara.id - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin (4/5) melontarkan tudingan terhadap Uni Emirat Arab (UEA) yang dinilai telah berpihak dan bekerja sama dengan pihak-pihak agresor dalam menghadapi Iran.

Dalam konferensi pers rutinnya, Baghaei menegaskan bahwa tindakan UEA tersebut “menimbulkan banyak masalah” tidak hanya bagi Iran, tetapi juga berdampak terhadap stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah serta solidaritas antarnegara di wilayah tersebut.

Ia juga menyampaikan harapan agar negara-negara di kawasan dapat mengambil pelajaran dari dinamika yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, Iran berharap seluruh negara di kawasan Timur Tengah telah mengambil pelajaran penting dari berbagai perkembangan yang terjadi selama 50 hari terakhir.

Saat ditanya mengenai keputusan UEA yang keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Baghaei menilai langkah tersebut tidak memberikan kontribusi positif. Ia menyebut keputusan itu tidak “konstruktif”, bahkan menggambarkannya sebagai reaksi yang “negatif atau balas dendam” terhadap kawasan serta negara-negara anggota OPEC.

Sebagai informasi, OPEC didirikan pada tahun 1960 oleh Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela dengan tujuan mengoordinasikan kebijakan produksi minyak.

Pada akhir April lalu, UEA secara resmi mengumumkan pengunduran diri dari OPEC serta aliansi yang lebih luas, yaitu OPEC+, yang efektif berlaku mulai 1 Mei. Dengan keluarnya UEA, jumlah anggota OPEC kini berkurang menjadi 11 negara.

Sementara itu, OPEC+ sendiri merupakan kerja sama yang melibatkan tambahan 10 negara produsen minyak non-OPEC. (*)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement