Jakarta, kameranusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai salah satu kebijakan strategis nasional dengan tingkat kompleksitas tinggi, bahkan melampaui penyelenggaraan pemilu. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pendukung Program Makanan Bergizi Gratis Indonesia, Abdul Rivai Ras, yang menilai wajar jika implementasi program masih menghadapi berbagai tantangan di tahap awal.
Menurut Rivai, MBG bukan sekadar program distribusi makanan, melainkan intervensi gizi berskala besar yang berjalan setiap hari sepanjang tahun. Kompleksitas tersebut menuntut presisi tinggi karena berkaitan langsung dengan asupan nutrisi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.
Ia menegaskan, jika pemilu yang berlangsung lima tahunan saja masih membutuhkan evaluasi berkelanjutan, maka MBG yang bersifat harian tentu memerlukan pengelolaan yang jauh lebih detail dan adaptif. Karena itu, kekurangan yang muncul saat ini dinilai sebagai bagian dari proses penyempurnaan.
Dari sisi manfaat, APPMBGI melihat MBG memiliki potensi besar dalam menekan angka stunting, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat fondasi kesehatan masyarakat. Namun, hasil optimal tidak bisa dicapai secara instan dan membutuhkan pendekatan berbasis data serta perbaikan berkelanjutan.
Rivai juga mendorong Badan Gizi Nasional untuk terbuka terhadap kritik publik. Ia menilai masukan dari berbagai pihak penting untuk memperbaiki tata kelola, rantai pasok, hingga standar kualitas pangan dalam program tersebut.
Sebagai langkah konkret, APPMBGI mengusulkan pembentukan tim asistensi independen yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil. Tim ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi berbasis riset serta solusi teknis lintas sektor.
“MBG adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Pengelolaannya harus dilakukan dengan ketelitian, kesabaran, dan semangat kolaborasi,” ujar Rivai.
APPMBGI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyempurnaan program MBG agar mampu mencapai target peningkatan gizi nasional secara optimal dan berkelanjutan. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!