Kadinkes DKI: Hantavirus Bukan Penyakit Baru, Tapi Tetap Harus Diwaspadai

Kadinkes DKI: Hantavirus Bukan Penyakit Baru, Tapi Tetap Harus Diwaspadai

Jakarta, Kameranusantara.id - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus. Meski penyakit ini bukan tergolong virus baru, warga diminta menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan masker saat berada di area yang berpotensi terpapar tikus.

Ani menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi hantavirus. Namun, ia meminta warga tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan penularan.

"Yang penting sebetulnya tidak perlu panik, tapi waspada gitu. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga pola hidup yang bersih, sehat," kata Ani di DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Ani, hantavirus merupakan virus yang sudah lama ada dan rutin dipantau setiap tahun. Penularannya terjadi dari tikus ke manusia melalui air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan sekitar.

"Penularannya melalui tikus, air liur, air seni, kotoran tikus, yang terkontaminasi ke manusia atau kemudian debunya terhirup oleh manusia," ujarnya.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Selain itu, penggunaan masker dan alat pelindung diri juga dianjurkan saat berada di lokasi yang berpotensi tercemar tikus.

"Kalau kita berada di tempat-tempat yang ada kemungkinan terkontaminasi atau bekerja di tempat-tempat yang kotor, dan kemungkinan ada tikus, jangan lupa pakai masker, mungkin pakai pengaman yang lain dan sesudahnya cuci tangan," ucapnya.

Ani juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pengendalian populasi tikus guna meminimalkan risiko penyebaran virus tersebut.

"Dan kemudian mungkin nanti berikutnya, bagaimana kita melakukan pengendalian terhadap tikus gitu," lanjutnya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat sepanjang tahun 2026 terdapat empat kasus hantavirus di ibu kota. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan sudah sembuh dengan gejala ringan, sedangkan satu kasus lainnya masih berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Di 2026 yang ada di catatan kami sepanjang 2026, sampai sekarang ini ada empat kasus yang sudah kita temukan, tiga orangnya sudah sembuh, bergejala ringan. Satu orangnya sekarang masih suspek," imbuhnya.

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement