Jakarta, kameranusantara.id - Sebuah kapal perang milik Iran dilaporkan tenggelam setelah dihantam torpedo yang ditembakkan kapal selam Amerika Serikat di perairan internasional dekat Sri Lanka. Insiden tersebut menewaskan puluhan awak kapal.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut serangan itu sebagai operasi militer penting dalam konflik yang sedang berlangsung antara AS, Israel, dan Iran. Ia menggambarkan operasi tersebut sebagai “serangan pertama terhadap kapal musuh oleh kapal selam AS sejak Perang Dunia II”.
Menurut Hegseth, kapal perang Iran yang berada di perairan internasional mengira dirinya aman, namun akhirnya dihancurkan oleh torpedo yang diluncurkan kapal selam AS.
Seorang perwira tinggi militer AS, Dan Caine, menambahkan bahwa operasi tersebut menjadi pertama kalinya dalam beberapa dekade kapal selam Amerika berhasil menenggelamkan kapal musuh secara langsung.
Pihak Pentagon menyatakan bahwa salah satu tujuan utama operasi militer AS bersama Israel adalah melemahkan kekuatan angkatan laut Iran. Dalam operasi yang berlangsung sejak akhir Februari, militer AS mengklaim telah menghancurkan lebih dari 20 kapal milik Iran dan secara efektif menetralkan kehadiran utama angkatan laut negara itu di kawasan.
Insiden terbaru melibatkan kapal fregat Iran bernama IRIS Dena yang mengirimkan sinyal darurat pada Rabu pagi (4/3). Kapal tersebut berada sekitar 75 kilometer dari kota Galle di selatan Sri Lanka.
Menurut otoritas maritim Sri Lanka, kapal itu membawa sekitar 180 awak. Tim penyelamat menemukan 87 jenazah di lokasi kejadian dan berhasil mengevakuasi 32 pelaut yang selamat.
Juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengatakan operasi penyelamatan dilakukan sesuai kewajiban internasional karena insiden tersebut terjadi di wilayah tanggung jawab pencarian dan penyelamatan Sri Lanka di Samudra Hindia.
Sebelumnya, kapal fregat tersebut diketahui baru kembali dari kegiatan 2026 International Fleet Review yang digelar di Visakhapatnam, India timur.
Tenggelamnya kapal perang itu terjadi di tengah eskalasi konflik yang meningkat setelah serangan udara AS dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta ratusan korban lainnya.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah aset militer AS di kawasan Teluk. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!