Jakarta, kameranusantara.id - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap warga Aceh yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya. Insiden itu dinilai mencederai rasa keadilan karena berlangsung di institusi penegak hukum.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Mualem menjenguk korban, Faisal Amsco, di kediamannya di Jakarta Selatan. Ia menegaskan, kantor kepolisian seharusnya menjadi tempat aman bagi masyarakat, bukan lokasi terjadinya kekerasan.
“Peristiwa ini sangat memprihatinkan. Tempat yang semestinya memberi perlindungan justru menjadi lokasi pengeroyokan,” ujarnya.
Mualem meminta Kapolri memberikan perhatian serius dan memastikan penanganan hukum dilakukan secara tegas, termasuk mengusut kemungkinan keterlibatan aktor intelektual maupun oknum aparat jika ada.
Ia juga mengingatkan bahwa penanganan kasus yang tidak transparan berpotensi menurunkan kepercayaan publik, khususnya masyarakat Aceh terhadap institusi kepolisian. Selain itu, perlindungan terhadap korban dan saksi diminta menjadi prioritas selama proses hukum berlangsung.
Sementara itu, pihak kepolisian menjelaskan bahwa insiden bermula saat proses konfrontasi antara tersangka Faisal dan korban dalam kasus tindak pidana kekerasan seksual. Ketegangan yang terjadi di antara kedua pihak memicu cekcok hingga berujung pada aksi penganiayaan.
Polisi menyebut telah mengamankan tiga orang terduga pelaku dan memastikan proses hukum berjalan secara profesional. Penyidik juga mengambil langkah pemisahan pemeriksaan guna mencegah benturan lanjutan serta menjaga keamanan seluruh pihak yang terlibat. Kasus ini kini terus didalami, sementara aparat berjanji menuntaskannya secara transparan dan sesuai ketentuan hukum. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!