Panglima TNI: Penyelesaian Papua Harus Kolaborasi, Bukan Hanya Pendekatan Keamanan

Panglima TNI: Penyelesaian Papua Harus Kolaborasi, Bukan Hanya Pendekatan Keamanan

Jakarta, Kameranusantara.id - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa tidak boleh ada kelompok separatis di Indonesia. Dalam konteks tersebut, ia menyatakan OPM sebagai kelompok yang disebut separatis harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah terjadinya kontak senjata antara Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema dengan kelompok TPNPB-OPM di sekitar Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026) dini hari. Dalam peristiwa itu, empat anggota kelompok tersebut dilaporkan tewas.

Menurut keterangan TNI, aparat sebelumnya memperoleh informasi mengenai kelompok pimpinan Daniel Aibon Kogoya yang disebut akan memasuki permukiman warga. TNI menyatakan telah melakukan upaya persuasif, tetapi kontak senjata kemudian terjadi setelah kelompok tersebut disebut melepaskan tembakan ke arah pasukan.

"Ya kan OPM ini kan separatis, ya harus ditumpaslah. Ya. Tidak boleh ada separatis di negara kita," kata Agus saat menghadiri Festival Band Tahun 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI di Lapangan Bola Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/9).

Agus juga menyampaikan perkembangan operasi pengamanan TNI di Papua. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Pangkogabwilhan, sebanyak delapan pucuk senjata disebut telah diamankan dalam rangkaian operasi tersebut.

"Ada jenis SS1-V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, ya. Delapan pucuk," ujarnya.

Meski demikian, Panglima TNI menekankan bahwa penyelesaian persoalan Papua tidak dapat hanya dilakukan melalui pendekatan keamanan. Menurutnya, diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar penanganan Papua dapat berjalan secara menyeluruh.

"Saya udah bilang awal dulu ya bahwa penyelesaian Papua itu harus kolaborasi, tidak hanya TNI. Kalau konotasinya hanya TNI nanti kekerasan," kata Agus.

TNI Jalankan Operasi Teritorial

Selain menjalankan tugas pengamanan, Agus menyebut personel TNI di Papua juga melaksanakan kegiatan teritorial yang berkaitan dengan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Sejumlah kegiatan yang disebut dilakukan prajurit antara lain pembangunan gereja, penyediaan sarana air bersih melalui pengeboran, perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Bahkan prajurit saya ada yang mengajar, mengajar di daerah-daerah terpencil," ujarnya.

Menurut Agus, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu percepatan pembangunan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua.

TNI Siapkan Kemampuan untuk Pengamanan

Sementara itu, beredar video yang memperlihatkan pesawat Super Tucano TNI melakukan serangan terhadap lokasi yang disebut sebagai markas kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Narasi yang beredar menyebut empat anggota OPM mengalami luka akibat serangan tersebut.

Menanggapi informasi tersebut, Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas menyatakan bahwa TNI akan menggunakan kemampuan yang diperlukan untuk mendukung kepentingan masyarakat.

"Segala upaya kita kerjakan untuk masyarakat," kata Nas kepada wartawan saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/9).

Nas juga menegaskan kesiapan TNI untuk mengerahkan kemampuan yang dimiliki apabila dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas.

"Intinya semua kemampuan TNI kalau memang diperlukan kita kerahkan," katanya.

Penanganan keamanan di Papua, berdasarkan pernyataan Panglima TNI, dilakukan melalui kombinasi tugas pengamanan dan kegiatan teritorial. Pemerintah dan aparat juga menempatkan pembangunan serta pelayanan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi keamanan di wilayah tersebut.(hni)

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement