Jakarta, kameranusantara.id - Serikat pekerja di Jakarta menyiapkan langkah pengamanan internal guna mencegah potensi gangguan ketertiban dan keamanan (kamtibmas) dalam aksi unjuk rasa terkait tuntutan upah 2026. Ketua DPD LEM SPSI DKI Jakarta, Yusuf Suprapto, mengatakan pihaknya menerapkan sistem pengawasan berlapis untuk memastikan demonstrasi berjalan tertib.
Menurut Yusuf, setiap peserta aksi diwajibkan mengenakan atribut resmi organisasi serta membawa kartu tanda anggota. Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya pihak luar yang mencoba menyusup dan memprovokasi massa. “Kami ingin memastikan aksi ini tetap berada dalam koridor hukum dan tidak ditunggangi kepentingan lain yang bisa merusak citra buruh,” ujarnya.
Ia menyebut pihaknya mendeteksi potensi provokasi dari oknum yang tidak berkepentingan langsung dengan isu ketenagakerjaan. Karena itu, serikat pekerja menegaskan bahwa aksi yang digelar murni menyuarakan tuntutan ekonomi, bukan agenda politik praktis.
Pengawasan internal juga dimaksudkan agar demonstrasi tidak berujung pada tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas umum atau gangguan terhadap keamanan lingkungan, yang dinilai dapat berdampak pada iklim investasi.
Selain pengamanan di lapangan, pengurus serikat secara berkala melakukan sosialisasi kepada anggota mengenai tata tertib unjuk rasa sesuai aturan yang berlaku. Yusuf menekankan pentingnya kedisiplinan dan pengendalian emosi selama aksi berlangsung. “Perjuangan akan lebih efektif jika aspirasi disampaikan secara tertib dan damai. Kami ingin pesan buruh tersampaikan jelas tanpa ternodai tindakan destruktif,” katanya. Serikat pekerja berharap dengan pengamanan internal yang ketat, aksi unjuk rasa dapat berjalan aman, tertib, dan fokus pada tuntutan kesejahteraan pekerja. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!