Kameranusantara— TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama tim SAR gabungan terus memperkuat upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Perairan Laut Jawa. Memasuki hari ke-14 operasi SAR, tim penyelam berhasil mengevakuasi empat jenazah dari dalam kompartemen bangkai kapal.
Operasi tersebut menunjukkan keterlibatan aktif unsur TNI AL dalam mendukung upaya pemerintah menangani kecelakaan KM Virgo Transport 8. Tim penyelam gabungan melakukan penyisiran secara bertahap pada sejumlah bagian kapal yang berada di dasar laut.
Penyisiran melibatkan personel penyelam dari Satuan Komando Pasukan Katak dan Penyelamatan Bawah Air (Satkoppeba), Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska), Basarnas Special Group (BSG), serta Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).
Untuk memastikan proses pencarian berlangsung terarah, area operasi dibagi menjadi empat gelombang penyelaman. Tim menyisir sejumlah bagian kapal, mulai dari lambung kanan, anjungan, dek kendaraan atau car deck, ruang tidur di belakang anjungan, hingga ruang mesin.
Dalam proses tersebut, tim menghadapi kondisi bangkai kapal yang memiliki tata ruang kompleks dengan jarak pandang terbatas. Kondisi itu membutuhkan kemampuan teknis dan kehati-hatian tinggi dari para penyelam agar proses pencarian dan evakuasi dapat berlangsung secara aman.
Pada penyelaman gelombang pertama dan kedua, tim membuka akses melalui sejumlah kaca jendela pada bagian lambung kanan kapal. Setelah akses terbuka, penyelam melanjutkan pemeriksaan ke beberapa kompartemen yang berada di dalam badan kapal.
Hasil pencarian kemudian ditemukan pada gelombang penyelaman ketiga. Tim berhasil menemukan tiga jenazah yang terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan. Penyisiran dilanjutkan pada gelombang keempat dan kembali menemukan satu jenazah laki-laki yang berada di kompartemen lainnya.
Keempat jenazah tersebut kemudian dievakuasi ke KRI I Gusti Ngurah Rai-332 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menyampaikan bahwa jenazah selanjutnya diserahkan untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Keterlibatan TNI AL dalam operasi tersebut menjadi bagian dari sinergi antarlembaga dalam penanganan kecelakaan laut. Kemampuan penyelaman khusus yang dimiliki personel TNI AL turut mendukung proses pencarian di lokasi yang sulit dijangkau.
Operasi SAR selanjutnya akan terus dilaksanakan dengan menyisir bagian-bagian kapal maupun titik lain yang masih berpotensi menjadi lokasi korban. Tim gabungan juga akan menyesuaikan strategi pencarian berdasarkan perkembangan dan kondisi di lapangan.
Melalui pengerahan personel, kapal, serta kemampuan penyelaman khusus, TNI AL terus mendukung operasi kemanusiaan bersama Basarnas dan unsur terkait. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan penanganan terhadap korban sekaligus membantu keluarga mendapatkan kepastian mengenai anggota keluarga mereka yang masih dalam pencarian.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!