Aparat TNI menghentikan kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul Pesta Babi yang digelar di Kota Ternate, Maluku Utara. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul berbagai penolakan dari masyarakat yang menilai film tersebut mengandung unsur provokatif.
Jakarta, Kameranusantara.id - Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate Letkol Inf Jani Setiadi mengatakan pihaknya melakukan pemantauan terhadap kegiatan tersebut sejak informasi penyelenggaraan beredar di media sosial.
"Kami memonitor kegiatan ini. Kemudian keberadaan kegiatan ini, kami melihat di media sosial, banyaknya penolakan akan kegiatan film ini, karena banyak yang menilai ini bersifat provokatif dari judulnya," ujar Dandim 1501 Ternate Letkol Inf Jani Setiadi.
Menurut Jani, penilaian terkait unsur provokatif dalam film tersebut datang dari masyarakat yang menyampaikan pandangannya melalui media sosial.
"Ini bukan pendapat pribadi saya. Tapi jika tidak percaya, akan saya tunjukkan, banyak yang sifat provokatif menurut masyarakat, menurut di media sosial," ujarnya.
Ia menjelaskan keputusan pembubaran nobar dilakukan sebagai langkah antisipasi guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku Utara. Menurutnya, isu yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sangat sensitif dan rentan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
Karena itu, pihak TNI meminta agar agenda pemutaran film tidak dilanjutkan. Meski demikian, penyelenggara tetap dipersilakan melanjutkan kegiatan diskusi yang sebelumnya telah dijadwalkan.
Langkah tersebut dilakukan demi menjaga kondusivitas wilayah serta menghindari potensi polemik yang dapat berkembang di tengah masyarakat. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!