BI Siapkan 7 Jurus Stabilkan Rupiah, Pembelian Dolar Diperketat

BI Siapkan 7 Jurus Stabilkan Rupiah, Pembelian Dolar Diperketat

JAKARTA, kameranusantara.id – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah membuat Bank Indonesia (BI) menyiapkan serangkaian langkah agresif untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut kebijakan itu telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Negara, Selasa malam.

Salah satu langkah yang paling menjadi perhatian ialah pengetatan pembelian dolar AS tanpa underlying transaksi. BI telah menurunkan batas pembelian dari sebelumnya 100 ribu dolar AS menjadi 50 ribu dolar AS per orang per bulan.

Tak hanya itu, BI juga mempertimbangkan kembali penurunan batas menjadi 25 ribu dolar AS. Jika aturan itu diterapkan, setiap pembelian dolar wajib disertai dokumen pendukung seperti kebutuhan impor, pendidikan, atau aktivitas bisnis.

“Pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi transaksi spekulatif yang menekan rupiah,” ujar Perry.

Selain pengetatan pembelian dolar, BI juga menyiapkan enam langkah lain untuk menjaga stabilitas rupiah.

Pertama, BI akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar domestik maupun global seperti Hong Kong, Singapura, London, dan New York.

Kedua, BI memperkuat instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna menarik kembali aliran modal asing yang keluar dari pasar saham dan obligasi domestik.

Ketiga, bersama Kementerian Keuangan, BI akan melanjutkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas pasar obligasi dan likuiditas.

Keempat, BI memastikan likuiditas perbankan tetap longgar agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi tetap berjalan stabil. Perry menyebut pertumbuhan uang primer saat ini masih tumbuh sekitar 14,1 persen.

Kelima, BI mulai melibatkan bank domestik dalam pasar offshore non-deliverable forward (NDF). Bank lokal nantinya diperbolehkan menjual offshore NDF di luar negeri untuk membantu mengendalikan gejolak rupiah di pasar global.

Langkah keenam adalah memperketat pengawasan terhadap bank dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian dolar dalam jumlah besar. Pengawasan dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Selain itu, Perry juga menyoroti meningkatnya penggunaan transaksi yuan-rupiah dalam perdagangan Indonesia dan China. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam jangka panjang.

BI berharap kombinasi kebijakan tersebut dapat meredam tekanan terhadap rupiah sekaligus menjaga kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. (kls)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement