BI Klaim Jurus Stabilkan Rupiah Bukan Langkah Biasa, Perry: Kami All-Out

BI Klaim Jurus Stabilkan Rupiah Bukan Langkah Biasa, Perry: Kami All-Out

JAKARTA, kameranusantara.id – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan tujuh langkah stabilisasi rupiah yang ditempuh bank sentral bukan sekadar kebijakan rutin. Pernyataan itu disampaikan Perry menanggapi kritik sejumlah ekonom yang menilai strategi BI belum efektif menahan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Dalam rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Perry menekankan seluruh instrumen yang dimiliki BI telah digerakkan secara maksimal untuk menjaga nilai tukar.

“Itu bukan business as usual. Dari tujuh langkah, itu adalah langkah-langkah yang all-out,” ujar Perry.

BI sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas rupiah dan sistem keuangan nasional.

Selain kebijakan suku bunga, BI juga mengandalkan intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar domestik maupun offshore melalui mekanisme Non-Deliverable Forward (NDF).

Perry memastikan cadangan devisa Indonesia masih sangat kuat untuk menopang langkah intervensi tersebut. Hingga saat ini, posisi cadangan devisa tercatat mencapai 148,2 miliar dolar AS.

“Cadangan devisa itu lebih dari cukup,” katanya.

Menurut Perry, cadangan devisa memang dikumpulkan saat arus modal asing masuk dalam jumlah besar, lalu digunakan ketika tekanan pasar meningkat dan terjadi capital outflow.

Meski berbagai langkah telah dilakukan, Perry mengakui rupiah masih menghadapi tekanan eksternal yang cukup berat. Salah satunya dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang membuat dolar AS menguat terhadap banyak mata uang dunia.

Selain faktor global, pelemahan rupiah juga dipengaruhi tingginya permintaan dolar AS di dalam negeri. Perry menyebut kebutuhan devisa untuk ibadah umrah dan haji, repatriasi dividen, hingga pembayaran utang luar negeri ikut mendorong tekanan terhadap rupiah.

“Bank Indonesia terus all-out menjaga rupiah dengan dukungan penuh pemerintah dan presiden,” ujarnya.

Sementara itu, ekonom Harvard Kenneth Rogoff sebelumnya menilai dominasi dolar AS kemungkinan sudah mendekati puncaknya. Namun, transisi menuju sistem keuangan multipolar dinilai belum diimbangi instrumen keuangan yang kuat di negara berkembang.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah kembali melemah 0,31 persen ke level Rp17.387 per dolar AS pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Sepanjang tahun ini, rupiah tercatat telah melemah sekitar 4,24 persen. (kls)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement