Kameranusantara — Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi kreatif dan kewirausahaan sebagai salah satu kekuatan baru perekonomian Indonesia. Upaya tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya melalui kehadiran Indonesia Buddhist Entrepreneur Association (IBEA) yang berkomitmen membangun ekosistem pengusaha muda dan memperluas kolaborasi.
IBEA resmi diperkenalkan sebagai wadah bagi pengusaha Buddhis Indonesia untuk memperkuat jaringan usaha, meningkatkan kapasitas pelaku bisnis, serta menciptakan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Ketua Umum IBEA Emil Atmadjaya menjelaskan bahwa organisasi tersebut hadir dengan semangat membangun komunitas pengusaha yang dapat tumbuh bersama dan memberikan manfaat bagi Indonesia. Kolaborasi menjadi salah satu pendekatan utama untuk memperkuat ekosistem usaha.
Peluncuran IBEA berlangsung di Jakarta pada Sabtu (5/9/2026), bersamaan dengan talkshow mengenai penguatan ekonomi kreatif dan kewirausahaan pengusaha muda Buddhis. Kegiatan tersebut didukung Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama.
Dukungan pemerintah terhadap kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dunia usaha, komunitas, akademisi, dan generasi muda.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengajak pengusaha muda melihat bisnis secara lebih luas. Menurutnya, usaha perlu memiliki tujuan dan menghasilkan dampak, sementara Indonesia memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui ekonomi kreatif, termasuk budaya, teknologi digital, dan hilirisasi.
Pendekatan tersebut membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Kreativitas dan inovasi menjadi modal penting untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasar domestik maupun global.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi menyampaikan bahwa penguatan kewirausahaan diharapkan dapat mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Para pengusaha juga diharapkan mampu menjadi motivator bagi generasi muda untuk berani membangun usaha.
Sementara itu, IBEA dirancang sebagai ekosistem yang mendorong pengusaha untuk saling berbagi pengalaman, membangun kerja sama, serta membuka peluang investasi dan pengembangan kapasitas. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dan pengusaha muda meningkatkan kemampuan bisnisnya.
Penguatan ekosistem seperti ini sejalan dengan arah pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas sektor. Sebelumnya, pemerintah juga menekankan pentingnya pengembangan talenta muda untuk memperluas akses dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Dengan semakin banyaknya ruang kolaborasi bagi generasi muda, potensi kreativitas dapat diarahkan menjadi kekuatan ekonomi. Pelaku usaha muda tidak hanya didorong untuk menciptakan produk, tetapi juga membangun bisnis yang berkelanjutan, adaptif terhadap teknologi, dan mampu membuka kesempatan kerja.
Kehadiran IBEA menjadi salah satu contoh bagaimana komunitas usaha dapat mengambil bagian dalam agenda pembangunan ekonomi. Sinergi dengan pemerintah diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki keberanian, keterampilan, dan kesempatan untuk menjadi wirausahawan.
Pada akhirnya, penguatan ekonomi kreatif dan kewirausahaan muda dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi nasional yang semakin mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang semakin luas bagi Indonesia.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!